Assalamualaikum wr.wb
Pertama-tama gue
ngucapin minal aidzin wal faizdin mohon maaf lahir dan batin
Selamat hari raya ya
Guys,masiih adakah opor ayam kalian buat gue wkwk,selagi udah lebaran gue mau
ngasih kalian THR nih… kalau gak suka NO WHAT WHAT :P typo bertebaran mohon
dimaafkan mumpung lagi lebaran hahah.
***
Mungkin ini keputusan
terkonyol yang pernah dibuatnya.
Tapi binar mata itu
berbicara sebaliknya.
Ini adalah awal baru untuknya.
***
Rio menatap Zahra
dengan sinis. Ia mulai gerah dengan perlakuan-perlakuan manis Zahra terhadapnya
yang semakin hari semakin membuatnya enek. Wanita ini memang cukup gigih
mengejarnya,ia mendatangi Rio setidaknya tiga kali sehari kayak makan saja.
Bukan Cuma itu,Zahra
juga sangat royal padanya,tak jarang ia membeli barang-barang mahal untuknya.
Emangnya Rio itu cowok macam apa,dengan cara memberinya barang-barang mahal
akan langsung luluh dengannya. Tidak akan!
“Gue mau balik” ujar
Rio beranjak dari bangku depan kelasnya dan berjalan cepat ke gerbang
sekolahnya. Zahra mengejarnya.
“Bareng gue yuk Yo? Kan
rumah kita kan searah”
“Gue bawa mobil”
“Biarin aja,ntar gue
nyuruh supir gue buat bawa mobil elo”
“Gue gak bisa
menyerahkan barang-barang gue sama orang asing”
“Gue jamin 100% aman
kok Yo” ucap Zahra ngeyel
Rio menghentikan
langkahnya,ia berbalik menatap Zahra. Ia sangat ingin sekali melenyapkan wanita
didepannya ini. Ia sudah cukup sabar mengahadapi sikap Zahra.
“Apa elo pikir elo
pantas buat gue hah!”
Ditanya seperti itu
Zahra langsung tergagap,tapi dasar wanita bermuka dua. Dengan pedenya ia
menjawab pertanyaan Rio itu.
“Gue rasa gue cukup
pantas buat elo. Gue kaya,gue cantik,gue cukup popular diantara anak-anak.
Jadi,elo bakal beruntung banget dapat pacar secantik gue Rio. Cowok lain aja
sampai mohon-mohon sama gue buat jadi pacar mereka. Tapi gue tolak
mentah-mentah demi elo. Jadi elo mau kan Rio jadi pacar gue? Ayolah Rio ini
kesempatan buat elo” ujarnya mulai menyombongkan diri. Rio berdecak, rasanya
ingin muntah ia mendengar ucapan Zahra.
“Thanks! Silahkan
ucapkan kata-kata elo itu buat cowok lain. So,jangan deketin gue lagi” ucapnya
sinis.
Rio meneruskan
langkahnya. Meninggalkan Zahra yang Cuma bisa bengong menatap punggungnya yang
semakin menjauh. Zahra mengukir sejarah dirinya. Ditolak mentah-mentah dengan
segala usahanya. Bahkan harga dirinya.
**
“Elo nolak Zahra bro?”
Tanya Alvin sambil menyeruput es teh botolnya.
Rio hanya mengangguk pelan.
“Elo nolak cewek lagi
Yo? Elo homo ya! Dih…” Tanya Alvin kesal
“Ngawur aja lo sipit!
Gue nolak Zahra bukan berarti gue homo ya! Dia itu bukan tipe gue”
“Elo bego banget sih.
Zahra kurang apa coba. Dia cantik primadona sekolah,kaya,popular sekolah”
“cewek kaya Zahra dalam
2 detik gue bakal bosen pacaran ama dia. Lagian,gue gak suka cewek macam Zahra. Terlalu agresif sama cowok!
Biarkan saja gue memilih cewek pilihan gue Vin.. elo gak perlu mengomentari
hidup gue”
Alvin menghela napas
beratnya. Ia sadar-sesadar sadarnya orang sadar (?), sahabatnya itu memang
pantas untuk memilih sekehendak hatinya. Rio nyaris sempurna. Ia mewarisi darah
Manado-Belanda dari kedua orang tuanya. Yang membuat wajahnya tak kalah dari
pangeran-pangeran dikerajaan. Bukan Cuma fisiknya saja,Rio juga memiliki
kecerdasan diatas rata-rata dan segudang bakat yang dimilikinya. Rio juga
dinobatkan sebagai vokalis dalam group band dan juga kapten Tim Basket
sekolahnya.
Tapi entah mengapa
dalam urusan CINTA Rio tidak terlalu memikirkan. Ia terlalu sibuk berlatih band
dan Basket daripada melirik cewek-cewek sekitarnya yang terlalu banyak menebar
pesona kepadanya. Karena saking jarangnya bahkan tidak pernahnya ia membahas
cewek, Alvin selalu mengejeknya. Telat puber?Homo? gak normal,dan lain
sebagainya. Tapi Rio tidak peduli,ia sudah cukup puas dikagumi banyak wanita.
Dan..Rio belum siap untuk bersama seseorang yang tak pasti mencintainya.
“Elo sempurna Rio?
Ayolah lo sadar itu”
Rio mulai jengah dengan
ocehan Alvin yang tiada hentinya membahas cewek-cewek dan cewek.
“Apakah gak bahasan
yang lebih penting? Gue bisa menerima cewek,tapi gak harus sekarang kan?”
“Ya tapi setidaknya elo
jangan bersikap terlalu sinis. Elo nggak takut karma?” Tanya Alvin.
Rio berdecak sinis
“Gue ganteng,gue pintar,gue
mandiri. Gak ada cewek yang mau nolak
gue Vin” jawab Rio
“Oke. Elo bener Yo,Elo
ganteng,pintar,mandiri. Tapi inget,hukum alam itu ada” ujar Alvin lalu
meninggalkan sahabatnya yang sangat keras kepala itu.
***
Rio meregangkan
tangannya setelah capek membuat lirik lagu barunya untuk bandnya itu. Ia
melihat keluar. Hujan lebat,petir yang sesekali memekakkan telinga membuatnya
urung untuk melanjutkan membuat lirik lagu barunya. Konsentrasinya sudah buyar.
Ia terdiam,teringat perkataan Alvin siang tadi. Apakah benar hukum alam itu
ada,apakah Rio nanti akan mengalaminya? Rio tau, ia sangat sering membuat cewek sakit hati dengan
perkataannya dan juga sikapnya itu. Tapi apa Rio salah, Rio juga begitu muak
dengan ulah cewek-cewek itu yang bergitu agresif dengannya. Ah.. semoga saja ia
tidak mengalami hukum alam itu yang sepertinya begitu menyeramkan baginya. Ia
tak bisa membayangkan cowok sempurna seperti dirinya mengalami hukum alam itu.
Bagaimana mungkin akan ada cewek yang menolaknya,secara Rio sangat ganteng,pintar,mandiri,dan
berbakat. Ck.. mungkin hanya cewek buta
yang nolak gue ujarnya dengan tenang.
Rio tersentak saat
handphone-nya bordering nyaring. Ia mengangkatnya dengan kesal,mengganggu
lamunannya saja.
“hallo” sapa Rio
ogah-ogahan
“hallo Rio! Gue Zahra”
“Elo lagi” gerutu Rio
dalam hati
“Iya ada apa?”
“Gue mau ngomong soal
tadi siang”
“Sorry Ra,kayaknya itu
bukan sesuatu yang penting dibahas” ujar Rio
“Elo harus dengerin!
Penting!!” ujarnya ngeyel
Rio membiarkan saja
wanita agresif itu bicara diseberang teleponnya.
“Gue tau kok Yo gue
kecepetan bilang gue suka sama Elo.. mungkin elo kaget dengan ucapan gue yang
berlangsung begitu aja. Gue minta maaf, mungkin seharusnya gue nunggu elo yang
bilang kayak gitu sama gue.. gue juga sadar kok Yo? Mungkin elo juga
ngerencanain sesuatu kan buat kejutan untuk gue?......”
Rio meletakkan
handphone-nya,dan membiarkan Zahra ngoceh sendiri tentang fakta yang sangat
absurd sekali. Ia melongok keluar,hujan lebat berganti gerimis. Matanya melihat
jalanan yang sepi dengan aspal yang basah. Tiba-tiba saja Rio menajamkan
matanya,ia melihat sesuatu yang begitu menarik perhatiannya. Sosok gadis yang
tengah berjalan sendirian diantara butiran-butiran air gerimis itu. Wajahnya
yang begitu cantik dengan pandangan mata yang terus menatap kedepan membuat
rasa aneh yang muncul dibenak Rio. Baju gadis itu basah kuyup akibat hujan
lebat tadi mungkin.
Rio tersentak saat
melihat gadis itu jatuh diaspal yang berlubang kecil . Dengan sigap,Rio berlari
keluar rumah dan mengahampiri gadis malang itu.
“Elo tidak apa-apa?”
ucap Rio sambil membantu gadis itu berdiri, gadis itu hanya membalas pertanyaan
Rio dengan gelengan kepala. Setelah bisa membantu gadis itu berdiri kembali,Rio
menatap lekat wajah gadis itu. Cantik bak bidadari sangat melekat diwajah gadis
itu. Dari sekian banyaknya gadis yang mengejar Rio. Gadis dihadapannya ini
terlihat sangat berbeda,ia sangat cantik. Rio sebelumnya belum pernah melihat
gadis secantik ini selain Mamanya.
“Apa elo kedingingan?” Tanya Rio
Gadis itu menggeleng
lagi,kemudian ia mengatupkan kedua telapak tangannya dan tersenyum kepada Rio
sebagai tanda terima kasih. Rio terpesona dengan senyumnya. ia merasa tidak
asing dengan senyum itu,senyum yang pernah ia lihat. Tapi kapan?dimana?Rio tidak
tahu itu.
Gadis itu berbalik
memunggungi Rio lalu melanjutkan perjalanannya.
“Tunggu! Elo mau
kemana?” Tanya Rio
Gadis itu tak
menghiraukan pertanyaan Rio ia terus saja berjalan meninggalkan Rio.
“Hey,nama kamu siapa,Gue
Rio?” teriak Rio entah mengapa rasanya ingin sekali Rio berkenalan dengan gadis
itu. Dan tepat saat Rio meneriakkan namanya langkah gadis itu terhenti.
“Rio…??” ucap gadis itu
pelan sehingga tidak ada yang mendengarnya selain dirinya sendiri. Ia merasakan
tubuhnya kembali bergetar. Apakah dia? Apakah dia? Batin gadis itu.
“Elo bisa kan jawab
pertanyaan gue?”
***
Gadis itu berjalan
dengan terburu-buru dijalan. Langkah kakinya yang biasa bergerak santai kini
terpaksa harus lebih gesit melangkah. Ia menengok jam tangannya, pukul 6.50
astaga! 10 menit lagi jam sekolah akan berdentang dan Ia baru saja keluar dari
halaman rumahnya,sedangkan perjalanan dari rumahnya menuju sekolah harus
ditempuh selama 15 menit jika berjalan kaki. Dan sialnya lagi, ban sepedanya
juga gembes. Dirumahnya kini hanya tertinggal sebuah mobil alphard yang
berkandang manis dibagasinya. Yakali dia harus memakai mobil kesekolah. Astaga!
Dia sungguh ceroboh, ia lupa memasang alarm kamar tidurnya sehingga ia bangun
kesiangan. Belum lagi mamanya juga lupa membangunkannya.
“Omaigat 5 menit lagi
bel, Ya Tuhan bantu aku bantu aku” ucapnya sambil mempercepat laju kakinya. Ia
tersenyum sumringah saat sudah berada didepan gerbang sekolahnya.Namun, Saat ia
tengah menyeberang,gadis cantik itu tidak terlalu memperhatikan kanan-kiri
jalan. Ia sudah sangat tergesa-gesa. Belum lagi diseberang jalan ada sebuah
mobil yang melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dan gadis itu sudah
berada ditengah jalan.
TIN..TIN..TINN..TINN
Klakson mobil itu
berbunyi sangat nyaring membuat gadis itu menoleh,senyumnya memudar seketika
dan berubah menjadi wajah panik .ia berusaha menghindar tetapi kakinya sudah
sangat berat untuk melangkah,seperti ada sesuatu yang mengikatnya. Ia hanya pasrah dan
memejamkan matanya.
BRAKK….
Dan tabrakan pun tak
bisa dihindarkan,tubuh gadis itu terpental dan membentur aspal. Darah mulai
bercucuran ditubuhnya. Sang pengendara mobil itu keluar,ia begitu terkejut
dengan apa yang terjadi. Ia tak bisa melihat jelas wajah gadis itu,karena wajah
gadis itu telah terpenuhi oleh darah.
“RIO!! APA YANG ELO
LAKUIN”
“GUE..GUE GAK TAU..GUE
GAK TAU” jawabnya parau
“RIO! PERGI SEKARANG!
KALAU KITA GAK MAU TERKENA URUSAN DENGAN POLISI!”
“Tapi…”
“Cepat RIO sebelum ada
orang yang melihat kita”
Ia mengangguk lalu
masuk kembali kedalam mobilnya. Dan
melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
sosok gadis itu kini
tengah dirubung banyak orang. Ada juga yang sibuk memanggil polisi dan
ambulance.
Ditempat lain,penabrak
gadis itu terus saja melajukan mobilnya entah kemana bersama temannya itu. ia
merasakan tangannya masih bergetar hebat,hanya keheningan yang tercipta dimobil
itu. ia mengurungkan membolos sekolah
untuk menenangkan diri.
“udah Yo.. gak usah
dipikirin. Kita udah kabur,elo gak bakal kena polisi kok”
“Gue takut Vin,gue
takut kalau gadis itu meninggal. Gue..guee..”
“udah Yo,elo tenangin
pikiran elo dulu,yah..”
Pemuda itu hanya
mengangguk saja dan memilih diam.
Tiba-tiba mobilnya
berhenti.
“Loh..kok mogok!”
BRAKKKKKK
Suara gebrakan keras
membuat dua pemuda itu terkejut. Rio melongok keluar jendela mobil,ia terkejut
saat mendapati gadis yang ditabraknya tadi berdiri tak jauh dari mobilnya.
Gadis itu menatapnya tajam seakan dipenuhi oleh dendam yang membara. Rio tak
bergeming ia tetap menatap gadis itu, tetapi wajah gadis itu masih tetutup
darah. Tiba-tiba tubuh gadis itu melayang kearahnya siap untuk membunuhnya
mngkin.
“AAAAAAAAAAAAAAA”
Rio terbangun dari
tidurnya. Ia tak menyangka kejadian 2 tahun silam itu terus saja menghantuinya.
Rio merasa sangat bersalah dengan gadis itu,ia telah merusak jiwa gadis itu.
Dan Rio juga tidak tau apakah gadis itu masih hidup atau tidak.
“Astaga! Kenapa elo
selalu ada dimimpi gue” ucapnya frustasi sambil mengacak-acak rambutnya. Ia
mengambil Handphone-nya.
“Hallo Vin,gue mau
ngomong sama elo! Gue kerumah elo sekarang”
Setelah selesai
menguhubungi Alvin,Rio melempar handphonenya asal.
“Ya Tuhan… apa hukuman
yang akan terjadi akibat aku menabrak gadis itu” gumamnya
